<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fisikawan.com</title>
	<atom:link href="http://www.fisikawan.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fisikawan.com</link>
	<description>Konon berpikir secara holistik tentang dunia &#38; alam semesta</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Oct 2010 19:40:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.2</generator>
		<item>
		<title>Mengenal Satuan-Satuan Jarak dalam Astronomi</title>
		<link>http://www.fisikawan.com/alam-semesta/mengenal-satuan-satuan-jarak-dalam-astronomi</link>
		<comments>http://www.fisikawan.com/alam-semesta/mengenal-satuan-satuan-jarak-dalam-astronomi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 19:18:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Semesta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fisikawan.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Apakah itu “tahun cahaya”? Apa pula yang dimaksud dengan “Satuan Astronomi (SA)” atau biasa dikenal dengan Astronomical Unit (AU)? Lantas, apakah itu Parsec (pc), kiloparsec, dan megaparsec? …dan magnitudo? Harus diakui, astronom punya satuannya sendiri yang unik dan agak lain &#8230; <a href="http://www.fisikawan.com/alam-semesta/mengenal-satuan-satuan-jarak-dalam-astronomi">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.fisikawan.com/wp-content/uploads/2010/10/800px-milky_way_2_md.jpg" alt="" /></p>
<p>Apakah itu “tahun cahaya”? Apa pula yang dimaksud dengan “Satuan Astronomi (SA)” atau biasa dikenal dengan <em>Astronomical Unit (AU)</em>? Lantas, apakah itu Parsec (pc), kiloparsec, dan megaparsec? …dan magnitudo?</p>
<p>Harus diakui, astronom punya satuannya sendiri yang unik dan agak  lain dari apa yang kita pelajari dalam pelajaran fisika, misalnya. Hal  ini wajar karena astronomi mempelajari berbagai benda langit di alam  semesta ini, mulai dari skala atomik hingga seluruh alam semesta beserta  isinya. Kadang-kadang tidak nyaman untuk menyatakan sesuatu jarak dalam  satuan yang biasa digunakan sehari-hari, karena tidak cukup besar atau  mungkin bahkan terlalu besar. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal  berbagai satuan panjang. Kita mengenal centimeter dan meter (1 meter =  100 centimeter) untuk menyatakan panjang atau jarak. Kalau jarak yang  kita gunakan terlalu jauh, kita gunakan kilometer (1 kilometer = 1000  meter) atau mil (1 mil = 1.61 km). Kebetulan contoh-contoh satuan  astronomi yang saya sebut di atas adalah satuan jarak (SA, tahun cahaya,  dan parsec). Mari kita bahas artinya satu persatu!</p>
<p><strong>Satuan Astronomi (SA) atau <em>Astronomical Unit</em></strong><br />
Ketikkanlah “Astronomical Unit” ke dalam mesin pencari <a href="http://www.google.com/search?q=astronomical+unit" target="_blank">google</a>,  keluarlah angka ajaib: 1 Astronomical Unit = 149 598 000 kilometers!  Nah lo, dari mana asalnya angka ajaib ini? Menurut definisinya, 1 Satuan  Astronomi adalah jarak dari Bumi ke Matahari. Tapi bukankah jarak ini  tidak tetap? Bukankah Bumi bergerak mengitari Matahari dalam lintasan  elips? Akhirnya kemudian diambil definisi yang lebih akurat yaitu 1  Satuan Astronomi (1 Astronomical Unit, biasa disingkat AU) adalah  panjang setengah sumbu panjang dari lintasan orbit Bumi mengedari  Matahari.</p>
<p>Penentuan jarak 1 Satuan Astronomi, atau jarak Bumi-Matahari, adalah  perjuangan yang panjang. Aristarchus dari Samos, pemikir abad Yunani  Klasik, memperkirakan jarak Bumi-Matahari paling-paling hanya 20 kali  jarak Bumi-Bulan (jarak Bumi-Bulan: 384 000 km). Perkiraannya meleset  jauh karena jarak Bumi-Matahari ternyata sekitar 390 kali jarak  Bumi-Bulan. Jarak yang diberikan oleh google adalah hasil perhitungan  modern yang menggunakan astronomi radio dan hitung orbit. Nilai eksaknya  adalah 1 AU = 149 597 870.691 km, akurat hingga 30 meter.</p>
<p>Untuk perhitungan yang tidak membutuhkan ketelitian tinggi,  membulatkan 1 AU menjadi 150 juta km (seratus lima puluh juta kilometer)  kadang-kadang sudah cukup, lagipula lebih mudah diingat. Satuan  Astronomi biasanya digunakan untuk menyatakan jarak dalam skala tata  surya kita. Misalnya: Jarak dari Planet Mars ke Matahari kurang lebih  1.5 AU (bayangkan betapa tidak enaknya kalau harus selalu mengatakan,  jarak Mars-Matahari = 228 000 000 km), jarak dari Matahari ke Planet  Jupiter adalah 5.2 AU, ke Saturnus 9.58 AU, dan menuju <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eris_%28dwarf_planet%29" target="_blank">planet katai Eris</a> kira-kira 67 AU. Menggunakan Satuan Astronomi untuk menyatakan jarak di  dalam tata surya kita (atau tata surya lain) jadi lebih karena selain  lebih sedikit angka juga bisa memberikan gambaran tentang berapa jauhnya  jarak tersebut relatif terhadap jarak Bumi–Matahari (Misalnya: Jarak  Matahari–Jupiter adalah 5.2 AU, artinya 5.2 kali jarak Bumi–Matahari).</p>
<p><strong>Tahun cahaya <em>(light year)</em></strong></p>
<div id="attachment_4104">
<p><img src="http://www.fisikawan.com/wp-content/uploads/2010/10/Nearby_Stars.jpg" alt="" width="300" height="300" />Bintang-bintang dekat. Kredit : WIki</p>
</div>
<p>Yang pertama harus diingat: Tahun cahaya bukanlah satuan waktu!  Meskipun ada kata “tahun”, tetapi “tahun cahaya” adalah satuan jarak.  Lagi-lagi ketikkan <em>light year</em> ke <a href="http://www.google.com/search?q=light+year" target="_blank">google</a> dan keluarlah angka ajaib: 1 tahun cahaya = 9.46 x 10^12 km (sedikit di  bawah 10 trilyun kilometer). Dari manakah asal angka ini? Satu tahun  cahaya adalah jarak yang ditempuh seberkas cahaya selama 1 tahun. Wow!  Seberapa cepat cahaya? Menurut pengukuran modern, dalam satu detik  cahaya dapat menempuh jarak 300 000 km! Artinya, dalam satu nanodetik  (sepersemilyar detik), cahaya menempuh jarak 30 cm…yah kurang lebih  sepanjang sisi panjang kertas A4. Kalau selama setahun? Coba  dihitung…dalam 1 menit ada 60 detik…dalam 1 jam ada 60 menit…dan dalam 1  hari ada 24 jam…berarti dalam 1 hari ada 86400 detik. Dalam setahun  kira-kira ada 365 atau 366 hari, tergantung apakah tahun kabisat atau  tidak…<em>anyhow</em>…dalam waktu 1 tahun, cahaya dapat menempuh jarak hampir 10 trilyun kilometer!</p>
<p>Mengapa kita membutuhkan satuan yang demikian besar? Jawabnya adalah  karena jarak bintang terdekat dari Matahari adalah 40 trilyun kilometer!  Jarak yang luar biasa besar ini tentu saja tidak nyaman untuk  diungkapkan dalam kilometer, namun lebih mudah dituliskan dan nyatakan  dalam tahun cahaya: 4.22 tahun cahaya. Jarak menuju beberapa bintang di  sekitar Matahari kita biasanya dinyatakan dalam satuan ini: Jarak menuju  Sirius adalah 8.58 tahun cahaya, jarak menuju <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wolf_359" target="_blank">Wolf 359</a> adalah 7.78 tahun cahaya (Dalam serial <em>Star Trek: The Next Generation</em>, Wolf 359 adalah lokasi pertempuran antara armada Federasi dengan bangsa Borg).</p>
<p>Peta di samping menunjukkan posisi bintang-bintang di sekitar  Matahari dalam jarak 14 tahun cahaya dari kita. Jarak menuju pusat  Galaksi kita, diperkirakan sekitar 30 000 tahun cahaya, sementara jarak  menuju Galaksi Andromeda adalah sekitar 2 juta tahun cahaya.</p>
<p><strong>Parsec (pc)</strong></p>
<div>
<p><img src="http://www.fisikawan.com/wp-content/uploads/2010/10/382px-Stellarparallax_parsec1.svg_.png" alt="" width="100" height="157" align="right" /></p>
</div>
<p><em>“Apa? Kalian tidak pernah mendengar tentang</em> <a href="http://starwars.wikia.com/wiki/Millennium_Falcon" target="_blank">Millenium Falcon</a><em>? Itu kapal yang bisa menempuh <a href="http://starwars.wikia.com/wiki/Kessel_Run" target="_blank">Jalur Kessel</a> kurang dari 12 parsec!”</em> Bual <a href="http://starwars.wikia.com/wiki/Han_Solo" target="_blank">Han solo</a> kepada <a href="http://starwars.wikia.com/wiki/Luke_Skywalker" target="_blank">Luke Skywalker</a> dan <a href="http://starwars.wikia.com/wiki/Obi_Wan_Kenobi" target="_blank">Ben Kenobi</a> ketika mereka hendak mencari pilot yang dapat mengantarkan mereka ke Planet <a href="http://starwars.wikia.com/wiki/Alderaan" target="_blank">Alderaan</a>. Dialog kecil dari film <em><a href="http://us.imdb.com/title/tt0076759/" target="_blank">Star Wars</a></em> (1977) ini barangkali terjadi karena Han Solo ingin  menggembar-gemborkan kecepatan kapalnya, namun parsec bukanlah satuan  waktu, melainkan satuan jarak. Ekspresi Ben Kenobi yang malesbanget  menunjukkan bahwa bualan Han Solo tidak meninggalkan impresi apapun.</p>
<p>Parsec adalah kependekan dari “<strong>par</strong>allax of one arc<strong>sec</strong>ond”.  Ini juga merupakan satuan panjang, 1 parsec sama dengan kurang lebih  sama dengan 3.26 tahun cahaya. Jarak parsec ini ada kaitannya dengan  jarak 1 satuan astronomi yang sudah kita bicarakan di atas. Bila kita  mengukur sudut paralaks sebuah objek dan menemukan bahwa sudut  paralaksnya adalah 1 detik busur (sudut 1 derajat = 60 menit busur, 1  menit busur = 60 detik busur. Jadi, 1 detik busur = 1/3600 derajat),  maka jarak menuju objek tersebut adalah 1 parsec. Dengan sedikit  perhitungan trigonometri, kita mendapatkan bahwa jarak 1 parsec = 206265  Satuan Astronomi, atau sama dengan 3.26 tahun cahaya, atau dalam  kilometer: 1 parsec = 31000 trilyun kilometer.</p>
<p>Meskipun satuan jarak ini hanya sedikit lebih besar daripada 3 tahun  cahaya, namun astronom lebih senang menggunakan satuan ini karena dapat  dikaitkan langsung dengan besaran teramati yaitu sudut paralaks. Jarak  ini juga sering disanding dengan awalan kilo untuk menyatakan 1  kiloparsec (kpc) = 1000 pc dan juga mega untuk menyatakan 1 Megaparsec  (Mpc) = 1000 kpc = 1 000 000 pc. Dengan cara ini, kita dapat menyatakan  jarak yang teramat jauh hanya dengan sedikit angka, misalnya:</p>
<div>
<p><img src="http://www.fisikawan.com/wp-content/uploads/2010/10/800px-Messier51_sRGB.jpg" alt="" width="170" height="118" align="left" />M51. Kredit : Wiki</p>
</div>
<p>Galaksi M51 jaraknya 7 Mpc dari Galaksi kita! Jarak menuju bintang terdekat tadi, Proxima Centauri, adalah 1.3 parsec.<br />
Jarak menuju gugus bintang Pleiades adalah 135 parsec.<br />
Jarak menuju pusat Galaksi: sekitar 8.5 kpc.<br />
Jarak menuju Galaksi Andromeda: 780 kpc.<br />
Jarak menuju Galaksi M51: 7 Mpc<br />
(Perkiraan) jari-jari alam semesta kita: 24 Gigaparsec(!) atau Gpc. 1 Gpc = 1000 Mpc</p>
<p><strong>Ångström</strong><br />
Ini juga satuan jarak, namun berbeda dengan satuan-satuan jarak yang  telah dibahas di atas, kali ini adalah satuan jarak yang teramat kecil: 1  Ångström = 1/10 nanometer atau sama dengan satu per 10 milyar meter.  Bersama dengan nanometer dan mikrometer (mikron), astronom menggunakan  satuan ini untuk menyatakan panjang gelombang elektromagnetik yang  mereka amati. Sinar Ultraviolet dekat, misalnya, berkisar antara 3000  hingga 4000 Angstrom, sementara sinar inframerah dapat berkisar antara  7000 hingga 30000 Angstrom.</p>
<p>(Sumber http://langitselatan.com/2008/07/19/mengenal-satuan-satuan-jarak-dalam-astronomi/)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fisikawan.com/alam-semesta/mengenal-satuan-satuan-jarak-dalam-astronomi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anginkah yang Membelah Laut Merah Buat Nabi Musa AS?</title>
		<link>http://www.fisikawan.com/spiritual/anginkah-yang-membelah-laut-merah-buat-nabi-musa</link>
		<comments>http://www.fisikawan.com/spiritual/anginkah-yang-membelah-laut-merah-buat-nabi-musa#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 05:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fisikawan.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Washington, AS (ANTARA/Reuters) &#8211; Angin dari timur yang berhembus kencang dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa seperti yang tertulis pada kitab suci agama Samawi, kata para ilmuwan Amerika Serikat, Selasa. Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin dapat menghempaskan air &#8230; <a href="http://www.fisikawan.com/spiritual/anginkah-yang-membelah-laut-merah-buat-nabi-musa">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>Washington, AS (ANTARA/Reuters) &#8211; Angin dari timur yang berhembus  kencang dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa  seperti yang tertulis pada kitab suci agama Samawi, kata para ilmuwan  Amerika Serikat, Selasa.</p>
<p>Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin dapat menghempaskan  air laut sehingga mencapai dasar lautan dan membentuk laguna, kata  kelompok peneliti di Badan Nasional Penelitian Atmosfir dan Universitas  Colorado di Boulder.</p>
<p>&#8220;Simulasi tersebut hampir cocok dengan bukti pada rombongan Musa,&#8221; kata pemimpin penelitian itu, Carl Drews dari NCAR.</p>
<p>Menurut Carl, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air  menjadi sebuah jalur yang aman untuk dilintasi karena sifatnya yang  luwes, kemudian kembali mengalir seperti semula.</p>
<p>Menurut tulisan dari kitab suci Islam maupun Kristen, Nabi Musa AS.  memimpin umat Yahudi keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada 3.000  tahun yang lalu. Laut Merah saat itu terbelah sementara untuk membantu  rombongan Musa melintas dan langsung menutup kembali, menenggelamkan  para tentara Firaun.</p>
<p>Drews dan kelompoknya meneliti tentang angin topan yang berasal dari  Samudera Pasifik menciptakan badai besar yang dapat menghempaskan air  di laut dalam.</p>
<p>Kelompoknya menunjukkan kawasan selatan Laut Mediterania yang diduga  menjadi tempat penyeberangan itu, dan memaparkan bentuk tanah yang  berbeda karena terbentuk setelahnya serta memicu isu mengenai lautan  yang terbelah.</p>
<p>Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk tapal kuda Sungai Nil dan  laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal ini memperlihatkan angin  berkecepatan sekitar 101 kilometer per jam yang berhembus selama 12 jam,  dapat menghempaskan air pada kedalaman sekitar dua meter.</p>
<p>&#8220;Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4 kilometer dan lebar sejauh  lima kilometer yang terbelah selama empat jam,&#8221; kata mereka di dalam  Jurnal Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.</p>
<p>&#8220;Masyarakat telah dibuat kagum atas cerita pembelahan laut itu,  membayangkan bahwa hal itu terjadi secara nyata,&#8221; kata Drew menambahkan  bahwa penelitian ini menjelaskan tentang pembelahan laut tersebut  berdasarkan hukum fisika.</p>
<p>(Sumber : http://id.news.yahoo.com/antr/20100922/twl-anginkah-yang-membelah-laut-merah-bu-bbfa48e.html)</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fisikawan.com/spiritual/anginkah-yang-membelah-laut-merah-buat-nabi-musa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kematian Seekor Lalat</title>
		<link>http://www.fisikawan.com/intermeso/kematian-seekor-lalat</link>
		<comments>http://www.fisikawan.com/intermeso/kematian-seekor-lalat#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 10:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Intermeso]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fisikawan.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Lalat? AADL? Ada Apa dengan Lalat? Tenang… Di sini kami menggunakan lalat hanya sebagai sebuah model. Apa yang ingin dibahas sebenarnya adalah lagi-lagi tentang salah satu teknik pemecahan masalah fisika yang baik dan benar (cepat dan selamat). Kami harapkan dengan &#8230; <a href="http://www.fisikawan.com/intermeso/kematian-seekor-lalat">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lalat? AADL? Ada Apa dengan Lalat?<br />
Tenang… Di sini kami menggunakan lalat hanya sebagai sebuah model. Apa yang ingin dibahas sebenarnya adalah <em>lagi-lagi</em> tentang salah satu <em>teknik pemecahan masalah</em> fisika yang baik dan benar (cepat dan selamat). Kami harapkan dengan  pemberian beberapa “solusi yang mengejutkan” akan bisa memotivasi kita  semua untuk belajar fisika lebih baik lagi.</p>
<p>Beberapa masalah fisika ternyata tidak selalu membutuhkan pengerjaan  dengan tangan (corat-coret kertas). Banyak diantaranya yang memiliki  beragam solusi, termasuk yang lebih cepat meski hanya sekedar nalar di  luar kepala (eh, dalam kepala). Tentu pengalaman dan latihan yang cukup  akan membuat kita mampu mengenali soal-soal bagaimana yang dapat  dipecahkan langsung tanpa perlu hitung corat-coret dulu di kertas,  seperti yang akan dibahas kali ini.</p>
<blockquote><p>Ceritanya, ada dua buah kereta jalur Bandung-Surabaya, yang jarak kedua  kota itu adalah 800 km. Satu kereta memulai perjalanan dari Bandung,  satunya lagi dari Surabaya. Kedua kereta bergerak pada jalur yang sama,  sehingga pada suatu saat keduanya tentu bisa tabrakan. Kereta S (dari  Surabaya) bergerak dengan kecepatan konstan 60 km/jam, sedangkan kereta B  (dari Bandung) bergerak dengan kecepatan 40 km/jam.</p>
<p>Pada waktu yang sama, seekor lalat memulai perjalanan dari posisi  salah satu kereta (terserah yang manapun) dengan kecepatan 80 km/jam ke  arah kereta satunya lagi. Oleh karena laju terbang si Lalat itu lebih  cepat dari kedua kereta, tentu suatu saat si Lalat bisa lebih dulu  menyentuh kereta yang lain. Nah, setiap kali lalat itu menyentuh salah  satu kereta, ia akan bergerak ke arah yang berlawanan menuju kereta  satunya lagi (dengan laju dipertahankan 80 km/jam), dan begitu  seterusnya hingga kedua kereta tabrakan dan si Lalat mati <em>kegencet</em>.</p>
<p><strong>Pertanyaannya:</strong> Berapa km jarak yang ditempuh si Lalat sebelum kematiannya?</p></blockquote>
<p>Secara alami, biasanya kebanyakan dari kita  akan mulai menggambar keadaan sesuai soal tersebut. Apa yang dicari  adalah jarak masing-masing lintasan yang ditempuh si Lalat sepanjang  perjalanan “bolak-balik”nya. Lintasan yang ditempuh lalat makin lama  makin pendek seiring gerak bolak-baliknya dari kereta satu ke kereta  lain yang juga bergerak satu sama lain. Hubungan sederhana langsung  terpikirkan, “kecepatan kali waktu sama dengan jarak lintasan yang  ditempuh”. “Oh, tapi kok banyak sekali lintasan yang harus dihitung  satu-satu?”<br />
Gawat kalau begini, bisa frustasi harus hitung pake limit segala (karena  jumlah lintasan bolak-balik lalat akan ada cukup banyak)…</p>
<p>Hmm… pasti ada cara lain. Kita coba sekarang gunakan analogi yang lebih sederhana (gunakan <em>sudut pandang</em> yang berbeda). Apa yang ingin kita temukan adalah jarak yang ditempuh  lalat. Rumusnya sederhana, seperti yang tadi sudah terpikir; tapi  sekarang kita harus tahu dulu waktu perjalanan si Lalat hingga menemui  ajal. Jika kita bisa hitung waktunya (waktu tempuh total), maka jarak  total langsung bisa dihitung karena kita sudah tahu kecepatannya (yang  konstan itu, 80 km/jam):<br />
jarak = (kecepatan) . (waktu)</p>
<p>Waktu tempuh si Lalat dapat dihitung dengan mudah karena ia bergerak  selama kedua kereta juga bergerak sampai tabrakan. Ini artinya kita  hitung saja waktu hingga terjadinya tabrakan! <em>It’s so simple</em>! Untuk menentukan waktu <em>t</em> (hingga tabrakan), kita buat persamaan berikut: Jarak tempuh kereta S adalah 60<em>t</em> dan jarak tempuh kereta B adalah 40<em>t</em>. Total jarak tempuh keduanya adalah jarak Bandung-Surabaya, 800 km, alias 60<em>t</em> + 40<em>t</em> = 800, sehingga <em>t</em> = 8 jam!</p>
<p>Waktu 8 jam itu pula yang dialami si Lalat hingga dia mati kegencet. Berarti, total jarak yang ditempuh Lalat adalah:<br />
jarak = (80 km/jam) . (8 jam) = 640 km.</p>
<p>Ha…ha… <img title=":d" src="http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif" alt=":d" width="18" height="18" /><br />
<em>garing</em>, ya?</p>
<p>[<strong>oleh:</strong> AhmadRidwan T. Nugraha, Tim Admin 102FM]</p>
<p>Sumber : http://102fm-itb.org/2008/05/kematian-seekor-lalat-terbang/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fisikawan.com/intermeso/kematian-seekor-lalat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stephen Hawking: Tak Mau Punah, Manusia Harus Mencari Planet Lain</title>
		<link>http://www.fisikawan.com/pemikiran/stephen-hawking-tak-mau-punah-manusia-harus-mencari-planet-lain</link>
		<comments>http://www.fisikawan.com/pemikiran/stephen-hawking-tak-mau-punah-manusia-harus-mencari-planet-lain#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 14:42:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Planet]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Angkasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisikawan.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA&#8211;Dunia kerap terancam kehancuran yang bisa memusnahkan umat manusia. Pakar fisika dunia, Stephen Hawking menyarankan agar manusia segera mengarungi ruang angkasa dan mencari planet lain sebagai tempat tinggal baru bila tidak ingin punah. Dalam sebuah wawancara dengan laman Big Think, &#8230; <a href="http://www.fisikawan.com/pemikiran/stephen-hawking-tak-mau-punah-manusia-harus-mencari-planet-lain">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><img class="alignright size-full wp-image-33" title="2242954078-stephen-hawking-tak-mau-punah-manusia-harus-mencari-planet-lain" src="http://www.fisikawan.com/wp-content/uploads/2010/08/2242954078-stephen-hawking-tak-mau-punah-manusia-harus-mencari-planet-lain.jpg" alt="" width="212" height="153" />REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA&#8211;Dunia kerap terancam kehancuran yang bisa  memusnahkan umat manusia. Pakar fisika dunia, Stephen Hawking  menyarankan agar manusia segera mengarungi ruang angkasa dan mencari  planet lain sebagai tempat tinggal baru bila tidak ingin punah.</p>
<p>Dalam sebuah wawancara dengan laman Big Think, Hawking percaya dalam  kurun waktu seratus tahun ke depan, apalagi ribuan atau jutaan tahun  lagi, bumi akan mengalami bencana besar yang bisa memusnahkan manusia.  Karena itu, manusia didorongnya untuk segera mencari planet lain yang  bisa dihuni untuk mengantisipasi kehancuran itu. &#8221;Ibarat jangan menaruh  semua telur dalam satu keranjang, manusia juga hendaknya jangan tinggal  di satu planet,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hawking melihat bayak bahaya besar yang mengancam keberadaan umat  manusia. Di masa lalu, dia menyebutkan, salah satunya adalah krisis  rudal di Kuba pada 1963 yang nyaris menyeret Amerika Serikat dan Uni  Soviet terlibat perang nuklir. Ke depan, dia melihat, potensi perang  dengan menggunakan senjata pemusnah massal itu kian menguat. &#8221;Tapi saya  optimistis, jika kita dapat menghindari bencana selama dua abad  berikutnya, spesies kita akan aman karena kita menyebar ke ruang  angkasa,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Menurut pakar yang namanya sudah melegenda ini, manusia adalah  makhluk yang cerdas sehingga bisa bertahan hidup di galaksi ini. Manusia  harus bisa memastikan mampu bertahan hidup dan melanjutkan kehidupan.  Dia kembali mengingatkan bahwa manusia kini memasuki periode yang  semakin berbahaya. Penduduk bumi akan menggunakan sumber daya yang kian  terbatas.</p>
<p>Parahnya, insting egois dan agresif manusia masih begitu kental.  Sehingga, ini akan cukup sulit untuk menghindari bencana dalam seratus  tahun berikutnya, apalagi untuk ukuran seribu atau sejuta tahun  mendatang. &#8221;Satu-satunya kesempatan kelanjutan hidup jangka panjang  manusia, bukan untuk tetap berada di Bumi, tetapi menyebar ke ruang  angkasa,&#8221; pesannya.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fisikawan.com/pemikiran/stephen-hawking-tak-mau-punah-manusia-harus-mencari-planet-lain/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Video Spektakuler Tumbukan Galaksi</title>
		<link>http://www.fisikawan.com/alam-semesta/video-spektakuler-tumbukan-galaksi</link>
		<comments>http://www.fisikawan.com/alam-semesta/video-spektakuler-tumbukan-galaksi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 14:40:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Semesta]]></category>
		<category><![CDATA[Black Hole]]></category>
		<category><![CDATA[Galaksi]]></category>
		<category><![CDATA[Supernova]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisikawan.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[VIVAnews &#8211; Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis foto dan video spektakuler tumbukan dua galaksi. Disebut sistem Galaksi Antennae karena bentuknya seperti antrena. Ia terletak di 62 juta tahun cahaya dari Bumi &#8212; disajikan dalam gambar komposit dari Observatorium Chandra &#8230; <a href="http://www.fisikawan.com/alam-semesta/video-spektakuler-tumbukan-galaksi">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>VIVAnews &#8211; Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis foto  dan video spektakuler tumbukan dua galaksi.<br />
<img class="alignright size-full wp-image-28" title="651568235-video-spektakuler-tumbukan-galaksi" src="http://www.fisikawan.com/wp-content/uploads/2010/08/651568235-video-spektakuler-tumbukan-galaksi.jpg" alt="" width="212" height="159" /><br />
Disebut sistem Galaksi Antennae  karena bentuknya seperti antrena. Ia terletak di 62 juta tahun cahaya dari Bumi &#8212; disajikan dalam  gambar komposit dari Observatorium Chandra X-ray (warna Biru), teleskop Hubble (warna emas), dan teleskop Spitzer (warna merah).</p>
<p>Tumbukan yang terjadi sejak  lebih dari 100 juta tahun lalu ini memicu pembentukan  jutaan bintang di awan &#8212; yang terbentuk dari debu dan gas &#8212; di galaksi. Yang terbesar dari bayi bintang ini telah melampaui evolusi mereka dalam beberapa juta tahun meledak sebagai supernova.</p>
<p>Gambar X-ray dari Chandra menunjukkan awan besar yang panas, gas interstellar &#8212; yang telah disuntik dengan unsur yang kaya  dari ledakan supernova. Gas ini kaya dengan elemen seperti oksigen, besi, magnesium, dan silikon &#8212; yang akan digabungkan ke dalam unsur bintang atau planet baru.</p>
<p>Sementara, titik-titik terang dalam gambar disebabkan materi yang jatuh ke dalam lubang hitam (black hole) dan juga neutron dari sisa-sisa bintang besar. Beberapa lubang hitam diperkirakan memiliki massa yang hampir seratus kali Matahari.</p>
<p>Sedangkan data dari  Spitzer menunjukkan cahaya inframerah dari awan debu hangat yang telah dipanaskan oleh bintang-bintang yang baru lahir &#8212; dengan awan yang melayang berada di tengah dua galaksi.</p>
<p>Data Hubble menggambarkan bintang tua berwarna merah, filamen debu dalam warna cokelat, dan bintang-bintang yang baru lahir berwarna kuning dan putih. Objek redup dalam gambar optik adalah kelompok yang berisi ribuan bintang. (sj)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fisikawan.com/alam-semesta/video-spektakuler-tumbukan-galaksi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perang Sains di Pengadilan</title>
		<link>http://www.fisikawan.com/hukum/perang-sains-di-pengadilan</link>
		<comments>http://www.fisikawan.com/hukum/perang-sains-di-pengadilan#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 14:30:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Psikopat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisikawan.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Sepintas, ilmu sains dan ilmu hukum ada dalam dua dunia yang berbeda. Yang satu ilmu eksakta, yang lain ilmu sosial. Bagi pelajar SMA, yang satu dipelajari di jurusan IPA, yang lain di jurusan IPS. Namun, seiring dengan berkembangnya tingkat kejahatan, &#8230; <a href="http://www.fisikawan.com/hukum/perang-sains-di-pengadilan">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepintas, ilmu sains dan ilmu hukum ada dalam dua dunia yang berbeda. Yang satu ilmu eksakta, yang lain ilmu sosial. Bagi pelajar SMA, yang satu dipelajari di jurusan IPA, yang lain di jurusan IPS. Namun, seiring dengan berkembangnya tingkat kejahatan, para praktisi hukum di tuntut untuk memahami sains. Demikian juga para ilmuwan juga mau tak mau, harus berurusan dengan hukum. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Tentu saja karena ada jembatan yang menghubungkan keduanya, yaitu ilmu Forensik.</p>
<p><strong>Dinamika Forensik<br />
</strong></p>
<p>Dalam Film <em>thriller </em>ala<em> Hollywood</em>, seringkali kita berdecak kagum dengan investigasi yang dilakukan terhadap perkara kriminal. Sang pemeran utama, seorang detektif hebat (<em>biasanya diperankan aktor yang tampan) </em>akan segera menghubungi ahli forensik untuk mengidentifikasi korban pembunuhan. Dalam waktu sekejap, pakar yang cerdas itu menunjukkan sederet hasil tes dilaboratorium kepada sang detektif. Dengan sedikit bumbu ilmu forensik, film <em>action</em> ini pun terlihat dikemas dengan cerdas. Pada kasus lain, jutaan pemirsa yang menonton acara <em>Crime Scene Investigation</em> akan terpesona melihat betapa hebatnya ilmu forensik yang datang bak pahlawan untuk menyeret sang pelaku kejahatan ke dalam penjara. Namun, apakah kenyataan di lapangan memang seindah “negeri dongeng”?</p>
<p>Penerapan ilmu forensik dalam kasus kriminal memang susah-susah gampang. Bila riset sains yang lain cukup diperdebatkan dikalangan <em>intern</em> para ilmuwan saja, kasus forensik bisa mengundang kontroversi di media massa. Kematian penyanyi pop legendaris, Michael Jackson hanyalah salah satu contohnya. Di Indonesia, kita dapat melihat kasus kematian Munir, sang pejuang anti korupsi , yang penyebabnya masih kontroversial. Forensik pun menjadi sorotan. Maklum, Sederet data atau angka tertentu dari laboratorium dapat menentukan takdir hidup seorang tersangka kriminal.</p>
<p><strong>Dilema Akademisi dan Praktisi</strong></p>
<p>Ilmu Forensik lebih banyak dipengaruhi oleh kebutuhan di bidang hukum dan seringkali melewatkan protokol standar ilmu akademik yang berbelit-belit. Akibatnya, mayoritas metode dan alat yang ditemukan seperti sidik jari, analisa rambut sampai perbandingan serat muncul ke publik dengan cepat tanpa ujicoba seakurat ilmuwan bioteknologi yang menemukan spesies baru. Ini wajar, bila mengingat kejahatan yang merajalela tak bisa menunggu terlalu lama.</p>
<p>Disinilah letak jurang antara akademisi dan praktisi. Para akademisi yang cenderung teoritis menilai bahwa para ahli forensik hanya  memiliki sedikit perbandingan untuk memperkirakan kadar penyimpangan data. Mereka mengabaikan banyak protokol wajib. Contohnya analisa DNA dan fMRI yang telah diterapkan sebelum terbukti <em>valid</em> untuk digunakan. Sementara para ahli forensik sering kesal pada rekan-rekannya dikalangan akademik yang baru melancarkan kritikan setelah prosedur operasional dilakukan.</p>
<p>Untuk menjembatani perbedaan ini, kongres Amerika membentuk <em>National Institute of Forensic Science</em> yang memiliki kekuatan yang seimbang di dua bidang, teori maupun praktek. Institusi ini diharapkan dapat membangun prosedur standar maupun dukungan penuh pada ahli forensik.</p>
<p><strong>Sains Masuk Pengadilan</strong><br />
Pada umumnya fMRI (<em>functional magnetic resonance imaging</em>) digunakan oleh para dokter untuk mendeteksi gegar otak atau kanker otak. Namun, alat ini muncul di pengadilan Chichago gara-gara kasus pembunuhan beruntun yang dilakukan Brian Dugan. Sang psikopat ini terbukti merampok dan membunuh dengan keji, salah satu korbannya gadis kecil berusia 7 tahun.  Atas kesalahannya, ia diancam hukuman mati.</p>
<p>Adalah Kent Kiehl, seorang pakar syaraf dari <em>University of New Mexico</em> yang terobsesi dengan struktur otak para psikopat. Ia meng-scan otak pembunuh berdarah dingin ini dengan fMRI dan melakukan serangkaian wawancara dengan Brian. Hasilnya, ia menyimpulkan adanya kerusakan nyata dibagian <em>paralimbic system</em> di otak, yang berperan dalam mengatur emosi. Sebenarnya, Kiehl hanya bermaksud untuk memenuhi panggilan profesinya, yaitu mematahkan stigma negatif tentang psikopat dan menolong mereka dengan terapi untuk berhenti melakukan kejahatan. Sebuah maksud yang mulia. Tentu saja, pengacara Dugan segera menyambar kesempatan ini.</p>
<p><strong>Ngotot Membela Psikopat<br />
</strong></p>
<p>Kasus Brian adalah kasus pertama didunia yang menghadirkan alat fMRI sebagai bukti. Joseph Birkett, jaksa penuntut berargumen bahwa kehadiran halaman berwarna hasil scan otak tersebut dapat mengecoh para juri sehingga hakim melarang dewan juri untuk melihatnya. Akan tetapi Kiehl diizinkan untuk mendeskripsikan bagaimana struktur otak Brian Dugan kepada mereka.</p>
<p>Jadilah ilmuwan ini berdiri di pengadilan selama 6 jam, lengkap dengan <em>slide</em> presentasi dan panjang lebar “memberi kuliah” tentang struktur otak seorang psikopat. Riset Kiehl menawarkan argumen persuasif bahwa dengan “kerusakan otak” nya, Brian sendiri tidak sanggup mengontrol dorongannya untuk membunuh. Brian sesungguhnya hanya “pasien sakit jiwa”. Pembelaan ini memicu reaksi keras dari banyak pihak.</p>
<p>Prof. Stephen Morse yang memiliki dua gelar, di bidang hukum dan juga psikiatri dari <em>University of Pennsylvania</em> berkata,”Hukum didasarkan pada rasionalitas individu dan tindakan yang dilakukan, bukan pada otak dan aliran darah. Otak tidak membunuh manusia. Manusialah yang membunuh manusia”</p>
<p>Hari berikutnya, jaksa penuntut menghadirkan ilmuwan yang lain Jonathan Brodie, psikiatri dari <em>New York University</em>. Ia menolak semua argumen Kiehl. Alasannya, ilmuwan tersebut meng-<em>scan</em> otak Brian, 26 tahun sesudah ia melakukan pembunuhann pertama. Bisa jadi otak Brian saat itu masih normal.  Setelah berulang-ulang membunuh, tidak heran bila otaknya berubah menjadi otak pembunuh.</p>
<p>Akhirnya dewan juri memutuskan bahwa Brian Dugan diganjar hukuman mati. Namun, Brodie tetap mengakui dari sisi teknis, Kiehl telah melakukan tugasnya dengan sangat baik.</p>
<p><strong>Peluang Bisnis<br />
</strong></p>
<p>Walaupun gagal, Kiehl telah menorehkan sejarah baru dengan menjadikan kajian ilmiahnya menjadi tren baru. Belasan pengacara menghubunginya untuk jasa pelayanan yang sama. Khiel yang terobsesi dengan para psikopat itu meng-<em>scan</em> semua otak mereka dengan senang hati. Mayberg, seorang peneliti menyatakan keberatannya. Menurutnya ilmuwan seharusnya murni bicara atas nama sains, bukannya memanfaatkan <em>issue</em> demi agenda penelitian pribadinya. Namun, Khiel ngotot bahwa ia begitu “terpanggil” untuk memberi pengertian yang benar tentang pribadi psikopat.</p>
<p>Sementara itu, para pengusaha di Amerika Serikat jeli mencium peluang bisnis baru. “Sales” alat fMRI telah mengetuk banyak pintu pengadilan. Perusahaan <em>Cephos</em> di <em>Massachusetts</em> dan <em>No Lie MRI</em> di <em>San Diego</em> optimis penjualan mereka akan meningkat seperti alat tes kebohongan, <em>polygraph</em>. Wah, bagaimanapun juga, bisnis tetaplah bisnis…</p>
<p>Pemakaian teknologi canggih memang belum membumi di Indonesia. Namun, tidak ada salahnya kita belajar dari negara maju, bagaimana dampak sains dalam penegakan hukum. Kesimpulannya, seorang ilmuwan selayaknya melayani masyarakat dengan pengetahuannya. Jenius saja tidak cukup. Alangkah baiknya jika kecerdasan berjalan beriringan dengan kebijaksanaan.</p>
<p><a href="http://www.nature.com/scienceincourt" target="_blank">http://www.nature.com/scienceincourt</a></p>
<p>http://www.nature.com/news/specials/scienceincourt/index.html#features</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fisikawan.com/hukum/perang-sains-di-pengadilan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sundulan Puyol dan Fisika</title>
		<link>http://www.fisikawan.com/olahraga/sundulan-puyol-dan-fisika</link>
		<comments>http://www.fisikawan.com/olahraga/sundulan-puyol-dan-fisika#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 14:19:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisikawan.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Hasil sundulan  Carles Puyol yang gagal dicegah oleh Kiper Neuer telah menjadi buah bibir tidak hanya di Spanyol tetapi juga di berbagai belahan dunia. Bagaimana mungkin seorang Puyol yang tingginya hanya sekitar 1,7 meter adu sundulan dan menang melawan pemain &#8230; <a href="http://www.fisikawan.com/olahraga/sundulan-puyol-dan-fisika">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hasil sundulan  Carles Puyol yang gagal dicegah oleh Kiper Neuer telah menjadi buah bibir tidak hanya di Spanyol tetapi juga di berbagai belahan dunia. Bagaimana mungkin seorang Puyol yang tingginya hanya sekitar 1,7 meter adu sundulan dan menang melawan pemain Jerman yang lebih tinggi seperti  Marcell Jansen (190 cm) ataupun  Per Mertesacker (196 cm).  Apakah Puyol itu  kemasukan roh Michael Jordan? Ataukah ia seorang superman?</p>
<p>Menyundul dalam sepakbola merupakan hal yang biasa. Melalui sundulan orang bisa mengumpan bola atau memasukkan bola dalam gawang lawan.  Banyak gol  diciptakan melalui sundulan kepala. Masih ingat kan, ketika Belanda menyisihkan Brazil di arena Piala Dunia 2010,  Sneijder secara gemilang mencetak gol lewat sundulan kepalanya yang botak.<br />
<img class="aligncenter size-full wp-image-18" title="pic_artikelspesial_Sundul" src="http://fisikawan.com/wp-content/uploads/2010/08/pic_artikelspesial_Sundul.jpg" alt="" width="150" height="159" /><br />
Menyundul tidak sesederhana orang bayangkan. Disini beberapa konsep fisika memegang peranan penting. Seorang dapat menyundul bola dan mengarahkan pada sasaran membutuhkan akurasi, daya dan pemanfaatan waktu yang baik,  karena ini melibatkan kecepatan dari bola yang datang dan koordinasi dari kepala dan badan.</p>
<p>Ketika menyundul bola, orang dapat menyundul dengan tetap berada 1) ditempat (berdiri atau melompat vertikal)  atau 2) berlari sambil melompat menyambut bola.  Pada keadaan berlari, bola hasil sundulan akan bergerak lebih cepat karena mendapat tambahan momentum dari  gerakan orang yang menyundul itu.  Besarnya momentum yang diterima bola sangat tergantung pada ke elastisan bola dan kekuatan otot tulang belakang ketika kita menyundul bola. Untuk membuat sundulan sekuat mungkin, kepala harus ditarik kebelakang sebanyak mungkin (badan melengkung), paha ditarik kebelakang dan lutut bengkok (lihat gambar). Pada posisi ini  terjadi keseimbangan aksi-reaksi,  pemain tidak terpelanting atau terputar dan kepala siap memberikan sundulan kuat ke bola.  Saat  bola menyentuh kepala, tubuh harus setegar mungkin agar lebih banyak energi dapat diberikan ke bola (gerakan otot dan urat yang tidak perlu akan menyerap energi kita dan dapat mengurangi energi yang diberikan pada bola).</p>
<p>Ketika menyundul bola, bola menyentuh kepala kita dalam waktu relatif lebih lama (23 milidetik)  dibandingkan waktu menyentuh kaki ketika  kita menendang bola (8 milidetik). Hal ini  memungkinkan kita untuk mengarahkan bola secara akurat ke arah yang kita inginkan. Ini yang menyebabkan seorang Miroslav Klose lewat sundulannya, mampu mengecoh kiper lawan.</p>
<p>Orang botak  seperti Sneijder sering mendapat keuntungan dalam menyundul bola (rambut gondrong akan menyerap sebagian energi bola sehingga bola yang terpantul akan berkurang kecepatannya). Tetapi bukan berarti orang gondrong tidak bisa menyundul keras. Si Gondrong Puyol atau Klose sering memasukkan bola melalui sundulan kepalanya.</p>
<p>Nah sekarang kita lihat gol Puyol. Gol ini tercipta bukan kebetulan atau spontan, tetapi gol ini telah direncanakan lewat perhitungan dan latihan yang matang.</p>
<p>Sebelum bertanding, Puyol  sudah janjian dengan Xavi Hernandez untuk menendang ke dekat titik putih setiap kali mendapat kesempatan sepak pojok.  Tidak mudah melakukan ini, butuh banyak latihan dan butuh perhitungan fisika.  Xavi 3 kali gagal melakukan ini dibabak pertama pertandingan Spanyol melawan Jerman. Namun pada menit ke 73, Xavi berhasil menempatkan bola dekat titik putih. Peluang Ini tidak disia-siakan oleh Puyol yang berlari cepat kemudian melompat menyundul bola ke gawang Manuel Neuer.  Menurut perhitungan fisika kalau Puyol ingin melompat 40 cm agar menang adu duel dengan gelandang Jerman yang rata-rata tingginya 190 cm itu,  maka puyol harus berlari dengan kecepatan minimal  2,8 meter per detik.  Dan ini yang ia lakukan! Hasilnya adalah gol yang menghantar spanyol menjadi finalis Piala Dunia 2010.</p>
<p>(Yohanes Surya Rektor Universitas Multimedia Nusantara/Chairman Surya Institute)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fisikawan.com/olahraga/sundulan-puyol-dan-fisika/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ditemukan : Ratusan Planet Di luar Tata Surya</title>
		<link>http://www.fisikawan.com/alam-semesta/ditemukan-ratusan-planet-di-luar-tata-surya</link>
		<comments>http://www.fisikawan.com/alam-semesta/ditemukan-ratusan-planet-di-luar-tata-surya#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 14:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Semesta]]></category>
		<category><![CDATA[Planet]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Surya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisikawan.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Sampai saat ini manusia masih penasaran tentang misteri kehidupan di luar angkasa. Berbagai upaya pencarian pun gencar dilakukan. Kini, pemburu planet NASA telah mengidentifikasi lebih dari 700 calon planet di luar tata surya kita dan beberapa diantaranya memiliki ukuran yang &#8230; <a href="http://www.fisikawan.com/alam-semesta/ditemukan-ratusan-planet-di-luar-tata-surya">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sampai  saat ini  manusia masih penasaran tentang misteri kehidupan di luar  angkasa.  Berbagai upaya pencarian pun gencar dilakukan. Kini, pemburu  planet NASA  telah mengidentifikasi lebih dari 700 calon planet di luar  tata surya  kita dan beberapa diantaranya memiliki ukuran yang sama  dengan bumi.</p>
<p>Pesawat  luar angkasa, Kepler yang diluncurkan tahun 2009 untuk mencari tata  surya lain dibanjiri dengan ratusan data. Sebelumnya, 300 kandidat telah  didaftarkan dalam catalog “extrasolar planets”. Data tersebut  dipublikasikan secara online dan di arXiv.org dan akan segera  dikumpulkan ke jurnal Astrofisika.<br />
Dipuncak data yang berlimpah itu,  tim Kepler masih menyimpan 450 data lainnya, 5 diantaranya telah  dikonfirmasi sebagai exoplanet. Setidaknya selusin objek dari data  tersebut memiliki ukuran yang hampir sama dengan COROT 7b, exoplanet  terkecil yang telah diidentifikasi. Ukurannya hanya 1,6 kali diameter  bumi, bahkan ada yang sedikit lebih kecil.</p>
<p>Natalie Batalha,  astronom dari  San Jose State University menyatakan bahwa Kepler telah  melihat kandidat planet yang seukuran dengan bumi. Namun, masih ada  ujian pembuktian yang harus ditempuh calon planet ini. Aturannya,  sebelum kandidat dikonfirmasi sebagai planet, ia harus terlihat oleh  pesawat Kepler selama tiga kali. Planet mirip bumi tersebut baru muncul  sekali. Bila periode revolusinya sama dengan bumi, ia akan muncul  setahun sekali. Jadi, masih butuh tiga tahun lagi untuk membuktikannya.</p>
<p>Keputusan  yang mengizinkan para ilmuwan di misi kepler untuk merahasiakan data  mereka hingga tahun 2011 mengundang kritikan dari banyak ilmuwan. Salah  satunya, Jon Morse, direktur utama divisi astrofisika di NASA.  Menurutnya , penundaan publikasi tersebut akan menyebabkan tim Keppler  kehilangan banyak waktu yang berharga untuk menindaklanjuti ratusan data  tersebut bersama-sama.</p>
<p>http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=kepler-planets-700</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fisikawan.com/alam-semesta/ditemukan-ratusan-planet-di-luar-tata-surya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Umar Juoro: Tak Jadi Fisikawan, Sukses Jadi Ekonom</title>
		<link>http://www.fisikawan.com/tokoh/umar-juoro-tak-jadi-fisikawan-sukses-jadi-ekonom</link>
		<comments>http://www.fisikawan.com/tokoh/umar-juoro-tak-jadi-fisikawan-sukses-jadi-ekonom#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 09:24:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fisikawan.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang bertanya-tanya ketika mengetahui bahwa Umor Juoro yang dikenal sebagai pengamat ekonomi itu ternyata seorang sarjana Fisika jebolan ITB. Demikianlah adanya. Publik terlanjur mengenal Umar Juoro sebagai ekonom. Lantaran itu, banyak orang menyangka ia adalah lulusan Fakultas Ekonomi. Termasuk, &#8230; <a href="http://www.fisikawan.com/tokoh/umar-juoro-tak-jadi-fisikawan-sukses-jadi-ekonom">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-94" title="umar_juoro_itb78" src="http://www.fisikawan.com/wp-content/uploads/2010/08/umar_juoro_itb78.jpg" alt="" width="160" height="211" />Banyak orang bertanya-tanya ketika  mengetahui bahwa Umor Juoro yang dikenal sebagai pengamat ekonomi itu  ternyata seorang sarjana Fisika jebolan ITB. Demikianlah adanya. Publik  terlanjur mengenal Umar Juoro sebagai ekonom. Lantaran itu, banyak orang  menyangka ia adalah lulusan Fakultas Ekonomi. Termasuk, kalangan  jurnalis di negeri ini yang sering meminta analisisnya. Selain sebagai  cendekiawan, Umar yang pernah menjadi anggota Dewan Pakar ICMI itu kini  juga tercatat sebagai Komisaris Bank Internasional Indonesia.<br />
<sup> </sup></p>
<p>Perguruan tinggi adalah wahana  pengembangan kapasitas keilmuan, keahlian, dan menjadi model bagi  pelembagaan tradisi intelektual para mahasiswanya. Bagi yang tanggap  dengan pesan esensial pendidikan ini, berbagai pilihan hidup akan  terbuka lebar ketika seorang mahasiswa memasuki era pasca-kuliah:  menjadi akademisi, profesional, bahkan mendalami bidang lain di luar  studi yang ia pilih pada saat belajar di kampus.</p>
<p>Umar Juoro mengerti benar apa alasan ia  masuk ke Fakultas MIPA ITB. Setelah lulus pada 1985, ia lantas bekerja  pada sebuah perusahaan <em>consultant engineering </em>di bidang seismik selama kurang lebih satu tahun<em>. </em>Namun, ketertarikan Umar terhadap bidang ekonomi dan <em>public policy </em>tak  bisa ia bendung menyusul beasiswa yang ia terima untuk mengikuti  program master di bidang ekonomi politik. Meskipun untuk itu ia harus  belajar keras, Master of Arts in Economics dari University of  Philippines berhasil ia raih pada tahun 1987.</p>
<p>Empat tahun berikutnya, 1991, Umar  meraih gelar MA di bidang ekonomi politik dari Boston University, AS.  Dan, pada 1993, ia kembali meninggalkan Tanah Air untuk mendalami bidang  ekonomi internasional di Kiel Institute of World Economics, Jerman.  Lengkap sudah bekal Umar Juoro untuk menjadi seorang ekonom.</p>
<p>Pada semester-semester awal Umar masuk  kuliah, situasi nasional berada dalam kondisi “memanas” akibat berbagai  kebijakan rejim Orde Baru—kebijakan investasi, luar negeri, NKK-BKK, dan  lain-lain— yang memicu banyak kontroversi. Senat Mahasiswa ITB,  sebagaimana organisasi kemahasiswaan intra-kampus di berbagai kota,  melihat kenyataan ini sebagai problem besar yang harus direspons dan  disikapi. Kritisisme pun berkembang di ITB.</p>
<p>Dari sisi subjektif mahasiswa, situasi  eksternal kampus itu, apalagi menyangkut nasib bangsa, juga merupakan  kesempatan untuk melakukan <em>intelectual-social exercise.</em> Jadilah, atmosfir di kampus ITB kian marak dengan berbagai aktivitas  demonstrasi, seminar, atau memublikasikan pernyataan sikap. Di dalam  pusaran dinamika aktivisme mahasiswa seperti itulah Umar selama kuliah  berada.</p>
<p>Benar. Menurut pria kelahiran Solo, 6  Desember 1959, banyak hak yang didapat di luar teks-teks buku kuliah.  “Faktor pergolakan di kampus pada tahun 1978 membuat kami mahasiswa ITB  sangat familiar dengan isu-isu nasional. ITB memberikan dan membuka  cakrawala jauh lebih luas dari sekadar bidang studi yang digeluti para  mahasiswanya. Terbukti, saya sekarang berkecimpung di dunia ekonomi,”  tutur Umar. “Sebenarnya saya sangat tertarik dengan fisika dan dinamika  politik, sebelum ekonomi. Sejak SMA sudah tertarik dengan isu-isu besar.  Sedangkan secara akademik, saya suka Fisika,” kata suami Juliana itu  menambahkan.</p>
<p>Pergumulan Umar di organisasi  intra-kampus, kala itu, adalah momentum pematangan intelektualnya. Di  era ketika Umar menjadi aktivis kampus—sehingga pada semester IV ia  bersama Hendardi sudah digelar MSc: bukan Master of Science melainkan  “Master of Student Center”, karena sangat aktif di pusat kegiatan  mahasiswa itu. Di sana pula berkantor Sekretariat Dewan Mahasiswa. Aktif  di Student Center membuat Umar semakin akrab dengan nomenklatur ekonomi  dan politik.</p>
<p>Pilihan Umar untuk tak menekuni dunia  fisika juga dilandasi oleh perhitungan pragmatis. Sejak di tingkat dua,  Umar sudah ancang-ancang untuk mempersiapkan diri kelak terjun di dunia  yang tidak berkaitan langsung dengan Fisika. “Mungkin saya akan menjadi  biasa-biasa saja jika berkiprah di jalur Fisika karena banyak sekali  teman sejurusan yang luar biasa pintar. Saya bukan tergolong pintar di  dunia fisika,” ungkap ayah Jose Akbar Juoro dan Juan Ahmar Juoro sembari  senyum simpul.</p>
<p>Pilihan Umar tidak salah. Berbagai peran  sebagai seorang ekonom telah ia lakoni. Ia pernah dipercaya Presiden  Habibie sebagai Asisten Wakil Presiden/Presiden RI BJ Habibie khusus  Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (1998-1999), Direktur <em>Center for Information and Development Studies</em> (CIDES) sejak 1999. Umar juga pernah menjabat sebagai Staf Ahli Komisi  VIII DPR-RI pada 2002, dan Anggota Tim Masyarakat Madani yang dibentuk  oleh Presiden RI pada tahun 1999.</p>
<p>Sebagai figur publik, Umar tak tergoda  untuk terjun ke dunia politik, seperti beberapa sejawat ekonom lainnya,  seperti Didik J Rachbini, yang kini menjadi anggota DPR. “Saya merasa  lebih full potencial di jalur eksekutif daripada jalur legislatif,”  ungkap Umar menjelaskan alasan mengapa ia tak kunjung terjun ke</p>
<p>ITB tidak salah mendidik Umar, tentu saja. <em>Toh</em> kembaran dari Amir Sambodo, yang juga masuk Teknik Mesin ITB di tahun  yang sama, bukan ekonom kelas dua hanya karena ia bukan lulusan Fakultas  Ekonomi. Statemen-statemen dan tulisan Umar yang berkaitan dengan  masalah ekonomi nasional senantiasa kritis dan menjadi pertimbangan  berbagai pihak di negeri ini.</p>
<p>Semua itu tumbuh semakin bagus selama  Umar belajar di ITB. Ia kian terlatih menuangkan buah pikirannya ke  dalam tulisan—hal yang tidak selalu dimiliki seorang bergelar doktor  sekalipun. Pada semester dua misalnya, ia telah menulis di sejumlah  media massa, seperti <em>Pikiran Rakyat</em>, bahkan harian <em>Kompas— </em>tulisan pertama tahun 1979 di halaman 4 dengan tema: <em>Tantangan Pembangunan Perdesaan</em>.<em> </em>Lebih  bergengsi lagi, pada tahun kedua kuliah di ITB artikel Umar terpajang  di Jurnal Prisma, sebuah jurnal ilmiah terkemuka ketika itu hingga awal  dekade 1990-an. Dari sana, kemudian Umar berkenalan dengan para  intelektual yang juga berlatar belakang aktivis seperti Dawam Rahardjo,  Fachry Ali dan Didik J. Rachbini, untuk sekadar menyebut beberapa.</p>
<p>Dalam konteks pembentukan karakter  mahasiswa, menurut Umar, ITB jauh lebih mengesankan bila dibandingkan  dengan kampus-kampus di Filipina atau Jerman. “Saya mengalami suasana  kuliah di beberapa kampus di beberapa negara. Tapi, yang paling berkesan  ya di ITB,” kata bekas ketua OSIS SMA 9, Bulungan, itu.</p>
<p>Berbagai kisah sedih dan lucu tergores  di kampus ITB tercinta. Umar pernah, misalnya, diisukan telah  memanfaatkan kembarannya, Amir, untuk mengerjakan ujian ulang (HER) mata  kuliah kimia yang sebelumnya tidak lulus. Di daftar nilai yang  terpampang nilainya ditutup dengan tip-eks. “Saya klarifikasi <em>dong</em>.  Saya curiga itu dilakukan oleh ‘lawan politik’ kami di kampus.  Akhirnya, saya diminta cari saksi bahwa saya memang mengerjakan itu.  Akhirnya, saya lulus juga. Itu sebuah pengalaman yang sangat lucu dan  menjengkelkan,” kenang Umar sembari melepas tawa.</p>
<p>(dari hasil wawancara atas Umar Juoro di lobi Hotel Nikko, 2008)</p>
<p>Sumber : http://www.kalipaksi.com/2009/11/13/umar-juoro-tak-jadi-fisikawan-sukses-jadi-ekonom/index.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fisikawan.com/tokoh/umar-juoro-tak-jadi-fisikawan-sukses-jadi-ekonom/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Model Kepemimpinan Menurut Fisika</title>
		<link>http://www.fisikawan.com/kepemimpinan/model-kepemimpinan-menurut-fisika</link>
		<comments>http://www.fisikawan.com/kepemimpinan/model-kepemimpinan-menurut-fisika#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 23:34:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fisikawan.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Fisika adalah ilmu tentang alam. Dalam fisika, kita belajar apa yang menyebabkan alam terlihat harmoni. Misalnya kita belajar apa yang menyebabkan planet-planet dapat mengorbit matahari secara teratur. Atau apa yang membuat elektron-elektron mengorbit inti atom. Selama ratusan tahun, para fisikawan &#8230; <a href="http://www.fisikawan.com/kepemimpinan/model-kepemimpinan-menurut-fisika">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fisika adalah ilmu tentang alam. Dalam fisika, kita belajar apa yang menyebabkan alam terlihat harmoni. Misalnya kita belajar apa yang menyebabkan planet-planet dapat mengorbit matahari secara teratur. Atau apa yang membuat elektron-elektron mengorbit inti atom.</p>
<p>Selama ratusan tahun, para fisikawan mempelajari aturan-aturan yang membuat alam semesta ini terlihat harmoni. Aturan-aturan ini kemudian dikenal sebagai hukum-hukum fisika.</p>
<p>Pada waktu saya mempelajari hukum-hukum Fisika, saya berpikir, jika hukum-hukum ini dapat mengatur gerak alam semesta, apakah mungkin hukum-hukum ini juga dapat digunakan untuk mengatur orang, organisasi, perusahaan, daerah ataupun negara? Apa yang kita dapat manfaatkan hukum Fisika ini dalam kepemimpinan?</p>
<p>Dalam Fisika, ada empat hukum atau fenomena yang menarik  yaitu fenomena gerak benda dan penyebabnya <strong>(fenomena Newton)</strong>, fenomena relativistik <strong>(fenomena Einstein)</strong>, fenomena ketidakpastian <strong>(fenomena kuantum)</strong> dan fenomena pengaturan diri ketika suatu sistem berada pada kondisi kritis, yang saya namakan <strong>fenomena mestakung.</strong></p>
<p>Tiap-tiap fenomena ini terjadi  pada situasi dan kondisi tertentu yang unik. Merupakan hal menarik melihat bagaimana hukum-hukum fisika bekerja pada tiap-tiap fenomena dan diterapkan dalam konsep kepemimpinan.</p>
<p><strong>Fenomena Newton</strong></p>
<p>Pada sekitar abad ke-18, Newton memperkenalkan tiga hukum gerak. Menurut hukum pertama,  benda cenderung mempertahankan keadaannya (malas berubah) jika tidak ada yang mengganggunya. Sedangkan menurut hukum kedua, benda dapat berubah jika mendapat gaya.  Makin besar gaya, makin besar  perubahannya.  Hukum ketiga menunjukan bahwa benda yang mendapat gaya aksi akan memberikan gaya reaksi yang besarnya sama dengan gaya  aksi tersebut.</p>
<p>Ketiga hukum Newton ini bekerja optimum pada sistem inersial (sistem yang tenang, stabil, tidak dipercepat atau tidak dalam keadaan <em>chaos</em>).</p>
<p>Dalam kepemimpinan,  hukum Newton ini dapat diterapkan pada kondisi organisasi  yang tenang atau dibuat tenang. Pada  kondisi tenang orang cenderung malas bergerak (ini sesuai dengan hukum I Newton).  Pemimpin yang dibutuhkan di sini adalah pemimpin yang tegas dalam memutuskan sesuatu (termasuk dalam <em>award</em> dan <em>punishment</em>), keras (otoriter), mempunyai visi jelas dan terukur serta mempunyai daya dobrak. Visi menjadi salah satu  gaya atau pendorong untuk mempercepat kemajuan organisasi ini (hukum II Newton). Dengan daya dobrak yang dimiliki, pemimpin ini akan mampu menghadapi kelembaman (kemalasan) dari orang-orang yang dipimpinnya dan mampu memberikan stimulir-stimulir agar organisasi terus bergerak.  Sikap tegas dan keras dibutuhkan untuk membuat kondisi tenang, stabil dan bergairah. Hasil akan lebih optimum jika organisasi mempunyai  SDM (sumber daya manusia)  atau SDA (sumber daya alam) yang kuat.</p>
<p>Indonesia pada masa orde baru adalah contoh yang baik untuk kepemimpinan model ini. Almarhum Soeharto dengan ketegasannya membuat negara tenang secara  militer.  Kemudian ia memperkenalkan visi yang terukur dalam bentuk REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Ia terus memberikan stimulir-stimulir sehingga roda perekonomian terus bergerak dan makin lama, makin cepat. Kemajuan demi kemajuan dicapai karena ditopang juga oleh SDA Indonesia yang luar biasa.</p>
<p>China juga melakukan hal yang serupa. Saat ini dalam situasi yang tenang, China mempercepat pembangunan dengan memberikan stimulir-stimulir bagi para investor. Para ilmuwan dipanggil untuk pulang kampung, menjadi gaya-gaya penggerak perekonomian. Keberhasilan China ini juga karena mereka mempunyai SDM yang sangat bagus.</p>
<p>Pada era otonomi daerah ini, kepemimpinan model ini dibutuhkan untuk daerah-daerah yang SDA-nya luar biasa banyak tetapi masih kelihatan lambat majunya seperti daerah-daerah di Indonesia Timur.</p>
<p>Hal esensial lain dalam kepemimpinan model Newton ini adalah diperlukannya sifat otoriter dan tegas dari sang pemimpin. Pemimpin harus tegas untuk menjamin organisasi yang dipimpinnya tetap tenang dan aman. Tidak boleh ada oposisi. Mereka yang berusaha menimbulkan goncangan harus segera diredam.</p>
<p><strong>Fenomena Einstein<br />
</strong><br />
Pada awal abad ke-20, Einstein memperkenalkan teori relativitasnya. Menurut teori ini, tidak ada gerak absolut. Semua gerak bersifat relatif.</p>
<p>Misal ketika kita naik kereta api, kita merasa seolah-olah kita diam, tetapi pohon-pohon bergerak. Atau yang paling jelas saat ini kita berada dibumi. Kita merasa bahwa kita diam, mataharilah yang bergerak dari Timur ke Barat. Padahal kenyataannya bumi lah yang bergerak mengelilingi Matahari. Matahari menganggap dirinya diam, padahal menurut pusat galaksi, matahari bergerak memutari pusat galaksi.  Pada gerak relativistik ini, mereka yang bergerak paling cepatlah, yang paling menonjol.</p>
<p>Kondisi yang cocok untuk fenomena ini adalah kondisi pada masyarakat demokrasi (misalnya negara-negara barat) dimana setiap orang merasa dirinya paling benar (relatif), paling berjasa, dan paling berhak memimpin. Perhatikan pada proses pemilihan presiden Amerika Serikat yang sedang berlangsung. Dari Partai Demokrat Obama dan Hillary merasa mereka yang paling cocok untuk jadi pemimpin, demikian juga dari Partai Republik, Mc Cain dan Romney saling mengunggulkan dirinya bahwa merekalah yang paling cocok jadi pemimpin. Mereka merasa visi merekalah yang paling benar untuk kemajuan Amerika Serikat.</p>
<p>Dalam kondisi relatif ini akan terdapat banyak oposisi. Oposisi akan selalu menganggap dirinya lebih benar dari lawannya. Mereka berusaha mencari-cari kesalahan lawannya lalu sekali saja ia menemukan kesalahan lawannya, ia langsung menghantamnya.</p>
<p>Pemimpin yang dibutuhkan pada kondisi ini adalah pemimpin yang mempunyai keunggulan-keunggulan dalam visi, mempunyai integritas tinggi dalam menjalankan visi itu dan mau kerja keras serta bergerak cepat dalam merealisasikan program-program yang mendukung visi yang unggul itu.</p>
<p>Kecepatan bergerak (dinamika) dan integritas sangat diperlukan karena mereka terus-menerus dipantau oleh oposisi. Integritas sangat perlu, kalau mereka sampai jatuh habislah mereka.</p>
<p>Kepemimpinan Clinton dapat dijadikan contoh yang baik untuk kepemimpinan model ini. Dengan visinya yang lebih unggul dari Bush senior, Clinton mampu menjadi presiden. Begitu jadi presiden, ia begitu dinamisnya sehingga roda perekonomian Amerika menjadi sangat maju di jaman Clinton ini. Namun ia tidak sadar bahwa ia terus diamati oposisi sampai hal yang sekecil-kecilnya. Karena ia tidak hati-hati ia terpeleset oleh wanita dan dihabisi oleh oposisi.  Sayang sekali, padahal kalau tidak, ia bisa jadi salah satu presiden terbesar Amerika Serikat.</p>
<p>Di Indonesia, daerah-daerah terutama kota-kota besar (seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makasar dsb) yang mempunyai banyak keragaman membutuhkan kepemimpinan model ini.</p>
<p><strong>Fenomena Kuantum</strong></p>
<p>Fisika kuantum berkembang secara luar biasa pada abad ke-20. Perkembangan teknologi yang begitu luar biasa saat ini terjadi karena perkembangan fisika kuantum. Televisi, kulkas, handphone, radio, lampu neon, internet, dan semua alat elektronik yang kita kenal sekarang, berkembang karena perkembangan fisika kuantum ini.</p>
<p>Dalam fisika kuantum, kita mengenal prinsip ketidakpastian. Segala sesuatu tidak  pasti sampai kita mengalami sendiri (melakukan eksperimen dan melihat  hasilnya). Tidak ada yang pasti di alam  ini. Segala sesuatu mempunyai  peluang. Bahkan untuk suatu hal yang mustahil pun ada peluang.</p>
<p>Einstein seorang ilmuwan yang menentang teori fisika kuantum pernah menanyakan pada Niels Bohr (dan tokoh-tokoh fisika kuantum lain), jika segala sesuatu di alam ini tidak pasti, apakah Tuhan ini sedang bermain dadu dengan alam semesta? (menurut Einstein God does not play dice). Tetapi bukti-bukti eksperimen menunjukkan teori fisika kuantum benar. Segala sesuatu tidak pasti dan segala sesuatu mempunyai peluang.</p>
<p>Fenomena kuantum ini cocok untuk mereka yang berada pada suasana dengan  ketidakpastian tinggi. Seperti perusahaan yang bermain dengan resiko, daerah-daerah konflik ataupun  negara yang sedang dalam keadaan kalut akibat perubahan suatu sistem.</p>
<p>Pemimpin yang bisa bertahan dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini adalah pemimpin yang kreatif (punya ide-ide dan terobosan-terobosan baru), berani mengimplentasikan pemikiran kreatifnya walau dengan resiko yang tinggi, berani spekulasi (bertindak) tapi didukung dengan perhitungan yang baik, dan tegas.</p>
<p>Rusia ketika masa transisi  mengalami ketidakpastian yang sangat tinggi. Rubel sangat lemah, perekonomian amburadul, percaya diri sebagai bangsa turun drastis. Tidak ada kepastian. Tiap orang berusaha mencari keuntungannya sendiri. Putin dengan kepemimpinan yang kuat, tegas, cermat, berspekulasi dan berani ambil resiko mampu mengembalikan Rusia menjadi negara yang dihormati lagi dengan perekonomian yang lebih stabil.</p>
<p><strong>Fenomena Mestakung</strong></p>
<p>Fenomena ini terjadi ketika suatu sistem berada pada keadaan kritis. Misalnya Ketika pasir dituangkan diatas lantai, pasir akan membentuk suatu bukit, makin lama pasir makin tinggi. Tapi terjadi keanehan ketika pasir mencapai ketinggian kritis. Pada ketinggian kritis ini pasir mengatur diri, mempertahankan kemiringan bukit tetap sama. Sehingga bukit tidak hancur.</p>
<p>Hal yang sama terjadi ketika angsa-angsa yang tinggal di daerah 4 musim menghadapi musim dingin. Ketika musim dingin tiba angsa berada pada kondisi kritis. Mereka berdiam diri akan mati kedinginan, terbangpun mereka akan mati karena daerah yang hangat jaraknya ribuan kilometer. Kondisi kritis ini membuat angsa-angsa mengatur diri. Mereka terbang membentuk huruf “V”. Pada formasi ini angsa yang paling lelah adalah angsa yang terdepan. Ketika angsa ini lelah, angsa angsa lain mengatur diri menggantikannya satu persatu. Ada pengaturan diri ketika kondisi kritis.</p>
<p>Orang yang dikejar anjing berada pada kondisi kritis. Pada keadaan ini sel sel tubuh orang ini akan mengatur diri, memberikan energi lebih sehingga orang yang semula hanya bisa melompat 1 meter sekarang dapat melompat 1,5 meter.</p>
<p>Dari tiga peristiwa itu terlihat bahwa ada pengaturan diri ketika kondisi kritis. Proses pengaturan diri untuk keluar dari kondisi kritis ini saya namakan mestakung. Ada 3 hukum Mestakung:</p>
<ul>
<li>Hukum 1: pada kondisi <span style="text-decoration: underline;">kritis</span>, ada jalan keluar</li>
<li>Hukum 2: ketika seorang <span style="text-decoration: underline;">melangkah</span> untuk keluar dari kondisi kritis, ia akan melihat jalan keluar.</li>
<li>Hukum 3: Ketika seorang melangkah <span style="text-decoration: underline;">tekun</span>, terjadilah mestakung.</li>
</ul>
<p>Ketiga hukum mestakung ini saya singkat dengan kata KRILANGKUN (KRItis, meLANGkah, teKUN).</p>
<p>Untuk membuat hukum mestakung bekerja, kita harus menciptakan  kondisi kritis. Setelah itu kita harus melangkah. Nah, ketika kita melangkah dengan tekun inilah, akan terjadilah mestakung (semesta mendukung). Mestakung akan menciptakan pelipatgandaan hasil, yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang mustahil menjadi kenyataan, terjadi hal-hal yang luar biasa.</p>
<p>Fenomena mestakung cocok untuk organisasi yang berada dalam kondisi kritis, perusahaan yang ingin berkembang cepat ataupun daerah yang berambisi menjadi yang terhebat.</p>
<p>Selama saya seminar Mestakung, banyak perusahaan maupun pribadi sudah mengalami mestakung ini. Ada yang bercerita ingin sekali kuliah di Amerika Serikat, kemudian ia melangkah dan melangkah, ketok pintu sana, ketok pintu sini. Akhirnya jalan terbuka, kini ia berada di Amerika full scholar ship. Ada juga yang cerita perusahaannya meningkat keuntungannya 200 % di tahun 2007 yang lalu karena mereka menempatkan diri pada kondisi kritis lalu melangkah dan melangkah dengan tekun.</p>
<p>Pemimpin yang dibutuhkan dalam situasi ini adalah pemimpin yang <em>gigih </em>(kejar habis). Pemimpin ini harus punya ambisi besar, mau kerja keras dan tekun (tidak akan berhenti sebelum tujuan ini tercapai). Pemimpin ini harus punya ekstra energi dan didukung oleh tim yang juga mempunyai ambisi yang sama.</p>
<p>Dalam tim yang dibentuk harus muncul kesadaran bahwa mereka tidak akan berhenti sebelum tujuan dan targetnya tercapai. Mereka harus sadar bahwa begitu mereka berhenti di tengah jalan maka mestakung tidak akan bekerja, dan mereka tidak akan berhasil.</p>
<p><strong> Kepemimpinan pada abad ke-21</strong></p>
<p>Abad ke-21 ini adalah abad globalisasi. Organisasi menjadi lebih kompleks. Orang yang dipimpinpun lebih beragam. Kepemimpinan abad ke-21  yang diharapkan merupakan kombinasi dari empat kepemimpinan di atas. Pemimpin diharapkan mampu mendeteksi situasi yang dihadapinya dan mampu merubah gaya kepemimpinannya sesuai dengan situasi tersebut. Kadang ketika organisasi lesu, pemimpin harus menggunakan kepemimpinan Newton yang keras dan tegas untuk membuat semua orang bangkit dan bergerak. Kepemimpinan yang tegas ini perlu ditambah dengan kepemimpinan mestakung agar setiap orang yang dipimpinnya merasa kritis sehingga mereka lebih termotivasi untuk maju dan mencapai target setinggi-tingginya. Juga jangan lupakan kepemimpinan Einstein yang lebih demokratis untuk memperhatikan setiap input yang masuk dan terus menjaga integritas diri agar jangan dilibas oleh orang-orang yang iri hati dan dengki. Dan ingat bahwa pada abad ke-21 tidak ada yang pasti, semua penuh ketidakpastian, diperlukan tindakan yang nyata dan tegas untuk semua rencana dan visi yang dimilikinya.</p>
<p>(Prof. Yohanes Surya Ph.D, Rektor Universitas Multimedia Nusantara)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fisikawan.com/kepemimpinan/model-kepemimpinan-menurut-fisika/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
